Skip to main content

Dunia Jungkir Balik


Benar atau salah
Apa ia benar dan aku salah?
Ataukah ia salah dan aku benar?

Ya Tuhan...
Aku sama sekali tak dapat mengenali diriku sendiri
Peradaban makin maju, namun nilai-nilai dan norma-norma telah jungkir balik
Seperti membandingkan gula dan garam
Kau takkan tahu bedanya bila belum dirasa
Namun apa jadinya bila lidahku kehilangan perasanya?
Mungkin kopisusu ku jadi asin dan tempe goreng ku jadi manis

Dan begitulah dunia yang sedang berlangsung
Mencari kebenaran,
Salah-salah bisa jadi salah

Lalu bagaimana Tuhan?
Yang dominan telah menjadi kebenaran
Dan kebenaran sendiri telah disalahkan
Karna terlalu dominan aku jadi ikut-ikutan
Sampai aku lupa dimana kebenaran?

Tapi kini aku sadar, ini semua salah
Harusnya aku tak menjadi pengikut dominan
Mungkin aku harus keluar menjadi kebenaran itu sendiri
Ah... Tapi tunggu sebentar
Apakah kesadaranku ini benar?
Hahaha
Astaga..
Peradaban telah berhasil menjungkir balikkan dunia

16 Desember 2014
23:29 W.I.B

Comments

Popular posts from this blog

Salam Untukmu

Ini akan menjadi kali terakhir aku menyapamu. Kawan, kau pasti tahu. Hari ini adalah hari kemenangan. Kemenangan di setiap rintih sakit langkah kita, Kemenangan bagi kita yang mampu bertahan meneguhkan diri, menggenggam kandil kandil asa. Kawan, biarkan aku mengajak mu bernonstalgia, Menyelusuri disetiap jengkal memoar dinding sekolah.

Secuil Kertas Pengharapan

Secuil kertas pengharapan yang aku lindungi dari hujan Kini telah terbaca Ia mengerutkan dahi dan tersenyum masam Takut-takut   aku bersembuyi Namun ia merengkuh tangan ku Dan membawaku menyelinap hujan Entah apa dalam benaknya

Kemanakah Wajahmu

Sirna sudah wajahmu Wajahmu yang hadir digelak tawaku Wajahmu yang hadir di sendu tangis ku Wajahmu yang menggeluti amarahku Kemanakah itu? Malam yang memerangimu dan merenggutmu Membuat tanganku hampa merengkuh wajahmu Ohh, kemanakah itu? Siangku menjadi malam dan malam ku teramat gelap Dibalik jendela aku sendirian