Skip to main content

Tanyaku Tentangmu

Lebih baik kau menyuapiku dengan kemarahanmu
Dari pada aku menelan kebisuanmu
Lebih baik kau menelanjangi ku dengan caci mu
Dari pada aku melihat punggungmu yang menghadap wajahku

Berhentilah seperti ini


Aku bukan Tuhan
Yang mampu membaca fikir meski engkau bungkam
Hanya suara dari bibirmu
Hanya bahasa dari tubuhmu yang mampu aku andalkan
Agar aku mengerti dan tahu fikirmu

Tiba-tiba aku menjadi haus akan dirimu
Ribuan tanya dengan ribuan jawaban tak pernah cukup menyurutkan dahaga ku
Lantas aku menguliti hati
Untuk mencari Tuhan dimana hanya Ia yang mampu membacamu
Dan bertanya dengan ribuan fikir yang semuanya itu menanyakan tentangmu
"kamu ... ?"

Purworejo, 08 Juni 2015

Comments

Post a Comment