Skip to main content

Tanya Duniawi




Pernahkah tersirat dalam benakmu
Untuk siapa kau bernyanyi?
Pemenuhan diri pada-Nya
Atau pemenuhan nafsu belaka?

Seni yang kau anggap itu suci
Kini tak ubahnya hasutan duniawi
Seni adalah jalan menuju Dia,
Al Quddus
Tapi yang aku lihat kini engkau hanya berseni
Melewatkan satu hari tanpa nyanyian surgawi


Bila jalan pada-Nya telah ternodai
Lalu untuk apa kau bernyanyi?

Comments

Popular posts from this blog

Salam Untukmu

Ini akan menjadi kali terakhir aku menyapamu. Kawan, kau pasti tahu. Hari ini adalah hari kemenangan. Kemenangan di setiap rintih sakit langkah kita, Kemenangan bagi kita yang mampu bertahan meneguhkan diri, menggenggam kandil kandil asa. Kawan, biarkan aku mengajak mu bernonstalgia, Menyelusuri disetiap jengkal memoar dinding sekolah.

Secuil Kertas Pengharapan

Secuil kertas pengharapan yang aku lindungi dari hujan Kini telah terbaca Ia mengerutkan dahi dan tersenyum masam Takut-takut   aku bersembuyi Namun ia merengkuh tangan ku Dan membawaku menyelinap hujan Entah apa dalam benaknya

Kemanakah Wajahmu

Sirna sudah wajahmu Wajahmu yang hadir digelak tawaku Wajahmu yang hadir di sendu tangis ku Wajahmu yang menggeluti amarahku Kemanakah itu? Malam yang memerangimu dan merenggutmu Membuat tanganku hampa merengkuh wajahmu Ohh, kemanakah itu? Siangku menjadi malam dan malam ku teramat gelap Dibalik jendela aku sendirian